Taman Endog Kota Sumedang Hilang Ditelan Pedagang Kaki Lima

Taman Endog Kota Sumedang Hilang Ditelan Pedagang Kaki Lima

ZnNews – Taman endog merupakan salah satu dari sekian banyak ikon yang mempercantik Kota Sumedang. namun kehadian Pedagang kaki Lima diarea taman ‘melenyapkan’ keindahan taman endog.

Taman emdog sudah lama berdiri di tengah-tengah Kota Sumedang, tepatnya di Jl Mayor Abdurahman, Talun. Taman tersebut dibangun pada tahun 1990 oleh Pemerintah Kabupaten Sumedang.

Berad di jantung kota, antara pertigaan Jl Sebelas April dan Jl Mayor Abdurahman, yang merupakan pusat perekonomian Sumedang, dimana disitu terdapat pasar dan pertokoan.

Taman tersebut sedianya dibuat sebagai area ruang terbuka hijau. Akan tetapi, beberapa tahun belakangan, banyaknya lapak pedagang membuat keindahan taman endog rusak, bahkan terkesan kumuh.

Bagaimana tidak, para pedagang dari dalam pasar berjualan di area taman sehingga monumen telurnya sendiri juga tidak dapat terlihat dari Jalan Mayor Abdurahman maupun Jl Sebelas April. Ratusan lapak ditaman tersebut ‘menenggelamkan’ monumen endog tersebut.

znnetizencom yang berkunjung ke Taman Endog pada Jumat 08/07, sempat mencari monumen endog. Monumen itu masih ada ditengah-tengah taman, akan tetapi tertutupi lapak pedagang yang terbuat dari bangunan semi permanen.

Sejumlah pohon palem yang meneduhkan taman endog masih berdiri tegah. Namun pot-pot besar dengan berbagai bunga yang cantik, sudah tidak nampak lagi seperti waktu dulu. Bangku-bangku taman dari besi pun sudah tidak terawat.

Monumen itu hanya dibentengi dengan seng dan sebagian ditutupi lapak. Hanya ada jalan setapak untuk menuju monumen itu. Ironinya, sampah menumpuk di dekat monumen telur ini. Bahkan ada beberapa motor yang diparkirkan dekat monumen tersebut.

Kondisi ini terjadi sejak beberapa tahun lalu. Sejumlah warga menyebut, para pedagang terpaksa pindah ke taman karena pasar sedang direnovasi. Pengamatan znnetizencom, pasar baru direnovasi tahun ini.

Iya ini kan kita disuruh pindah karena pasar lagi direnovasi, ya sudah pindah kesini aja,” ujar seorang pedagang bernama Uci.

Seorang pedagang lainnya, Dede ( 25 ), mengaku relokasi ke taman endog tidak begitu mempengaruhi omzet.

Kalau omset sih alhamdulillah tidak berkurang, apalagi kemarin jelang lebaran, ya ada saja yang beli. Ini sudah dipindahkan ke beberapa bulan lalu karena pasarnya masih direnovasi, mungkun baru selesai beberapa tahun lagi,”

zonanetizen

Hilangnya Trotoar

Tidak hanya membuat taman lenyap, keberadaan PKL di tengah taman juga membuat trotoar menghilang. Tadinya, di sekeliling taman terdapat trotoar yang dibatasi pagar, namun sebagian pagar telah dicopot.

zonanetizen

Kondisi serupa juga terjadi di Jl Sebelas April. Pasar tumpah kejalan tidak hanya memakan trotoar, tetapi badan jalan juga menjadi menyempit karena banyaknya pedagang sayur berjualan di situ.

Kondisi ini pun dikeluhkan warga yang tidak hanya pendatang tetapi juga pribumi. Tidak ada trotoar buat jalan kaki, kita mesti jalan di pinggir jalan kan ngeri motor mobil lewat biarpun pelan,” ujar Romlah, warga setempat.

Berdirinya lapak-lapak di taman endog tidak hanya membuat trotoar hilang. Jalanan di sekitar Jl Mayor Abdurrahman dan Jl Sebelas April pun menjadi semberawut.

Betapa tidak, banyak motor yang parkir bahu jalan membuat ruas jalan menyimpit. Alhasil, arus lalu lintas di Jl Mayor Abdurahman yang mengarah ke Cirebon maupun ke Bandung menjadi macet.

 

 

Leave a Comment