Taktik Jitu Cepat Hamil: Rahasiakan Masa Subur dan Lakukan Spontan Saja

Taktik Jitu Cepat Hamil: Rahasiakan Masa Subur dan Lakukan Spontan Saja

ZnHot – Ketepatan menentukan masa subur istri memang terbukti menjadi salah satu kunci kehamilan. Akan tetapi pakar menyarankan agar para wanita merahasiakan masa subur ini jika ingin keberhasilan itu benar-benar tercapai.

Allan Pacey, profesor andrologi dari Sheffield University menerangkan, banyak pasangan yang menggunakan kalender atau aplikasi khusus untuk menentukan masa subur mereka. Hal ini sah-sah saja. Kendati begitu terlalu banyak hitung-hitungan justru membunuh mood atau bahkan hasrat bercinta, utamanya bagi pria.

Bagaimana tidak, ketika sang istri mengungkapkan waktu spesifik kapan mereka harus berhubungan sesuai dengan perhitungan masa suburnya, pria belum tentu berada dalam keadaan siap.

Tidak menutup kemungkinan jika pria juga mengalami kecemasan akan performanya sehingga mereka justru tidak bisa ereksi ataupun ejakulasi seperti semestinya, lalu menurunkan peluang sang istri untuk hamil.

Masalahnya pria bisa saja mengalami ‘performance anxiety’ atau tidak bisa terangsang karena istrinya sudah menentukan kapan harus berhubungan,” terangnya seperti dilaporkan¬†Telegraph.

Untuk itu ia menyarankan kepada para istri agar tidak terlalu terbuka dengan hitung-hitungan masa subur yang dilakukannya sehingga sang suami tidak merasa berada di bawah tekanan untuk memberikan performa terbaik saat bercinta.

Ketika waktunya tiba, lebih baik cobalah merayu suami tanpa perlu memberitahu apa maksudnya. “Saya kira para istri pasti lebih pintar dalam mengatur hal seperti ini,” imbuh Pacey.

Namun gambaran sulitnya pasangan untuk mengupayakan kehamilan juga bisa dilihat dari hasil studi lain yang dilakukan IVF Cube Fertility Clinic di Praha. Dari hasil wawancara terhadap 132 wanita dan 60 pria, frekuensi seks pasangan yang menjalani terapi kesuburan, utamnya IVF atau bayi tabung, cenderung menurun hingga 46%.a Begitu juga dengan hasrat seksual mereka yang berkurang hingga 20%.

Menurut peliti, rata-rata dari mereka sudah kehilangan romansa karena persoalan kesuburan ini,” Karena stres yang mereka rasakan begitu besar, dan kalaupun kami sarankan untuk berhubungan, rasanya sudah tidak menyenangkan, sehingga mereka enggan melakukannya,” tutupnya.

 

Leave a Comment