Sunat Pada Anak Perempuan Adalah Bentuk Penganiayaan

Sunat Pada Anak Perempuan Adalah Bentuk Penganiayaan

ZnNews – Untuk pertama kalinya United Nations Populations Fund mendeskripsikan bahwa kegiatan sunat pada anak perempuan atau female genital mutilation merupakan bentuk penganiayaan. Alasannya karena FGM tidak membawa manfaat apa-apa berbeda dari sunat yang dilakukan pada anak laki-laki.

Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) memperkirakan setidaknya lebih dari 200 juta wanita didunia pernah menjalani prosedur dimana sebagian kelaminnya dipindahkan ini. Kepala UNFPA Dr Babatunde Osotimehin mengatakan praktik FGM perlu berhenti secepatnya.

Tidak ada alasan untuk menyunat siapapun. Bagi kita tampaknya ini adalah bagian dari ketidakseimbangan gender yang selalu ada dalam komunitas berbaris patriarki. Ini adalah penganiayaan anak,” kata Osotimehin seperti dikutip dari BBC, Sabtu 16/07/2016.

FGM saat ini masih bisa ditemukan di negara-negara Afrika, Asia, dan Timur Tengah. Para ahli menentang praktik ini karena tidak ada manfaat media yang bisa didapatkan dan malah berisiko.

World Health Organization bahkan menyebut praktik FGM bersama dengan pernikahan dini turut berkontribusi terhadap tingginya angka kematian ibu di beberapa negara miskin.a Kepala kesehatan Publik WHO Maria Neira mengatakan untuk mencegah agar budaya tersebut bisa ditekan maka pendidikan masyarakat perlu ditingkatkan.

Beigtu wanita mendapatkan pendidikan minimal, suara mereka akan lebih kuat. Kita perlu memberikan perhatian kepada perempuan karena saat ini mereka belum memiliki kekuatan yang cukup untuk melindungi dirinya sendiri. Kita perlu mendukung mereka,” kata Neira.

 

Leave a Comment