Pria Alami Ereksi Pagi Hari karena Mimpi Erotis di Malam Harinya, Benarkah?

Pria Alami Ereksi Pagi Hari karena Mimpi Erotis di Malam Harinya, Benarkah?

ZnHot – Ereksi di pagi hari menjadi hal yang lumrah terjadi pada pria, terutama pria usia muda. Namun, apakah kondisi ini terkait dengan mimpi erotis yang dialami pria saat tidur di malam harinya?

Ereksi di pagi hari tidak ada hubungannya dengan mimpi, termasuk mimpi erotis di malam hari. Seperti ereksi spontan saja juga sudah diamati bahwa bisa dialami pada janin laki-laki sejak di dalam rahim,” kata seksolog klinis Uta Demontis, PhD, dikutip dari Men’s Health.

Menurut Demontis, penyebab lain yang lebih memungkinkan adalah penis secara spontan ereksi di tengah malam untuk mengoksidasi penis dengan beberapa aliran darah yang segar. Sementara, pakar lain percaya bahwa selama fase tidur Rapid Eye Movement (REM), penis bisa bebas melakukan beberapa hal, termasuk ereksi.

Hal ini bisa terjadiu karena saat fase REM, otak tidak terlalu mengontrol penis. Padahal, biasanya otak yang mengontrol kapan terjadinya ereksi diperlukan.

Dikutip dari Cosmopolitan, asisten profesor urologi dan ginektologi di NYU Langone Medical Center, Joseph Alukal, MD menegaskan bahwa ereksi di pagi hari tidak terkait dengan kondisi ingin buang air kecil. Sebab, menurut Alukal, sebut saja pada pria usia 60-70 tahun ketika ia bangun tidur dan ingin buang air kecil, tapi nyatanya mereka tidak mengalami ereksi di pagi hari.

Meskipun, newhealthguide.org menyebutkan kondisi kandung kemih yang penih urine juga bisa membuat penis ereksi. Akibatnya, pria bisa merasakan sesuatu yang membuatnya terbangun hingga akhirnya buang air kecil. Sebab, bagaimanapun ketika seseorang merasa tidak nyaman karena ingin buang air kecil, mereka ummnya akan terbangun dari tidur dan pergi ke toilet.

Alukal menyebutkan, hormon juga bisa turut andil dalam terjadinya ereksi di pagi hari. Sebab, pagi hari menjadi waktu kadar testosteron sedang tinggi. Namun, seiring bertambahnya usia, kadar testosteron bisa mengalami penurunan. Sehingga, pada pria usia 40-50 tahun, hal rutin ini bisa mulai berkurang frekuensinya.

Patut diingat pula bahwa orak masih menerima rangsangan fisik ketika tidur. Sehingga, tidur amat dekat dengan pasangan juga bisa mengaktifkan otak dimana otak merasakan rangsangan dan menganggap bahwa Anda membutuhkan ereksi,” kata Alukal.

 

Leave a Comment