Inilah Bahan Berbahaya Dari Operasi Plastik

Inilah Bahan Berbahaya Dari Operasi Plastik

Operasi plastik menjadi tindakan praktis yang seringkali dicari yang mengejar hal tersebut. Namun, berita mengenai kematian akibat tindakan tersebut pernah tersebar dan Mengenal indikasi, cara, dan kemungkinan efek samping yang timbul menjadi pertimbangan yang perlu diketahui terlebih dahulu sebelum memutuskan pemakaian operasi plastik untuk perbaikan kosmetik Anda.Inilah Bahan Berbahaya Dari Operasi Plastik

Pada dasarnya, operasi plastik merupakan tindakan untuk “merubah bentuk”. Dari kata plastic, tindakan tersebut memang ditujukan untuk merubah tubuh manusia sesuai kebutuhan. Tindakan tersebut dapat dilakukan pada semua organ tubuh, tetapi umumnya dilakukan pada kulit, kelamin, dan payudara. Tujuan utamanya adalah untuk memperbaiki penampilan oleh sebab apapun. Regio kulit yang diterapi dengan bedah plastik sangatlah luas, mencakup wajah, payudara, tangan, lengan, perut, dan paha.

Sejumlah indikasi menjadi dasar perlunya tindakan tersebut diambil mengingat pengobatan lain kurang memberi hasil maksimal. Kasus-kasus trauma atau luka bakar banyak sekali memerlukan tindakan perawatan bedah plastik untuk memperbaiki penampilan akibat luka yang tidak kunjung sembuh dan bentuk yang merusak penampilan. Kasus luka bakar maupun penyiraman air keras menjadi “jatah” dokter bedah plastik untuk menanganinya. Kelainan kecacatan janin seperti bibir sumbing dan lubang kencing yang salah letak juga membutuhkan konsultasi dari dokter bedah plastik.

Prosedurdilakukan oleh seorang dokter bedah plastik berbeda dibandingkan ahli lainnya. Karena pekerjaannya sebagai dokter, informasi mengenai keluhan dan hasil beberapa pemeriksaan fisik maupun laboratorium diperlukan pula untuk menentukan batasan tindakan yang akan dilakukan oleh dokter pada saat itu. Pengetahuan mengenai bagaimana strutktur kulit yang hendak dioperasi dari permukaan hingga ke tulang secara mikroskopis yang menjadi dasarnya, serta pengenalan reaksi daya tahan tubuh dan infeksi menjadikan profesi ini tidak sembarang orang dapat menjalaninya. Penggunaan obat-obatan dan alat penunjang lain sebagai sarana pengobatan dengan ilmu bedah plastik pun menjadi suatu keharusan. Untuk mencegah kemungkinan komplikasi, obat-obatan dan alat-alat keselamatan pasien pun harus lihai digunakkan oleh dokter bedah plastik.

Sejumlah bahan dan tindakan yang terjadi selama proses tersebut memiliki beberapa kekhususan dan efek samping yang dapat timbul. Bahan yang ditanam dalam tubuh terbagi menjadi tiga kategori besar: metal, polimer, dan biologis. Metal umum digunakan untuk rekonstruksi tulang, sedangkan agen biologis, seperti kolagen, banyak digunakan untuk perbaikan jaringan lunak (luka, bibir, hidung, dsb). Silikon, salah satu polimer, menjadi bahan yang terkenal dalam operasi plastic, terutama untuk memperbesar payudara. Hati-hati bahwa silicon yang dimaksud adalah bahan polimer dari dimetilsiloxane sehingga silicon berbentuk gel, sedangkan silicon cair memang belum disetujui oleh Food and Drug Administration (FDA) oleh karena reaksi simpang yang ditimbulkannya. Sejauh ini, silicon gel tidak dipasarkan secara bebas sehingga hanya dokter bedah plastik yang diperbolehkan menggunakannya. Bentuk gel tersebut umumnya digunakan untuk memperbaiki kontrur, operasi rekonstruksi payudara, dan daerah pantat. Ada pula bahan silicon padat diindikasikan pada perbaikan paha, dagu, hingga sendi. Sebagai obat-obatan penunjang, terdapat sejumlah zat yang diberikan untuk memberikan hasil maksimal dalam pengerjaan operasi plastik. Ada pula penggunaan derivat dari racun bakteri tertentu, seperti racun botulinum, untuk membantu mengencangkan kulit wajah yang tentunya digunakan hanya dengan dosis dan cara tertentu saja. Obat-obat penekan reaksi radang dan daya tahan tubuh juga sangat mungkin digunakan untuk mencegah reaksi tubuh terhadap pajanan benda asing yang dipakai dalam prosedur bedah plastik.

Sedangkan untuk mengoperasi plastik hidung atau payudara harus menggunakan implan. Implan terdiri dari dua yaitu implan padat dan cair.

“Implan padat ini adalah bahan yang awalnya digunakan untuk rekonstruksi dan dikembangkan menjadi bahan untuk operasi plastik estetika,” lanjut dr Aditya.

Penggunaan silikon padat untuk operasi plastik biasanya digunakan untuk implan hidung, dagu, dan pipi. Untuk memperbaiki bentuk hidung umumnya juga digunakan implan dari tulang rawan yang ditransplantasi dari tubuh sendiri.

Jadilah pribadi yang kuat agar terhindar dari operasi plastik yang berbahaya, Berpikirlah terlebih dahulu sebelum terlambat.

Recent search terms:

  • bahan operasi plastik
  • bahan dasar operasi plastik
  • daya tahan operasi plastik
  • alat operasi plastik
  • alat alat operasibplastik
  • bahan untuk oprasi plastik
  • bahan yang di gunakan untuk operasi plastik hidung
  • bahan yang digunakan untuk operasi plastik
  • Bahan yg di gunakan oprasi plastik
  • bentuk dan bahan silikon untuk operasi plastik

Leave a Comment