Doorr, Ini Kesatuan TNI yang Berhasil Menembak Mati Gembong Teroris Nasional Santoso

Doorr, Ini Kesatuan TNI yang Berhasil Menembak Mati Gembong Teroris Nasional Santoso

ZnNews – Aparat kepolosian yang tergabung dalam Satuan Tugas Tinombala menembak mati dua orang kelompok teroris di Poso. Satu dari dua orang tersebut diduga Santoso, yang selama ini menjadi buron.

Untuk memastikan indentitas jasad tersebut, tim Satgas Tinombala segera melakukan evakuasi dengan membawa jenazah ke RS Bhayangkara. Disana petugas akan melakukan proses identifikasi dan tes DNA.

Sekarang lagi dikroscek sementara, mereka masih di lapangan. Nanti kami akan bawa ke RS Bhayangkara untuk dibersihkan sesudah itu akan di konfirmasi, dicek pengenalan wajah dulu sementara, setelah itu kemudian akan kami tes DNA untuk mengenali siapa yang bersangkutan,” ujar Kapolri Jenderal Tito Karnavian di Istana Negara, Jakarta, Senin 18/07/2016.

Meski demikian, beberapa petugas di lapangan meyakini salah satu jasad tersebut memang Santoso. Hal itu dilihat dari tahi lalat dan jenggot, mirip dengan video yang disebarluaskan Santoso di Youtube.

Dugaan pria yang tewas tertembak tim Satgas Tinombala adalah Santoso semakin menguat. Kapuspen TNI, Mayjen Tatang Sulaiman menyebut bahwa pria tersebut diduga Santoso tewas setelah ditembak oleh prajurit Raider Kostrad yang juga tergabung i Satgas Tinombala.

Jadi ada kontak senjata di koordinat UTM 2027-6511. Kontak tembak dari satuan tugas batalion Raider 515 Kostrad. Yang jelas tim satgas penugasan pengejaran Santoso,” kata Mayjen Tatang saat dikonfitmasi zonanetizen, Senin 18/07/2016.

Tatang membenarkan, baku tembak terjadi sekitar pukul 17:00 WIT. Ada lima orang yang telibat baku tembak dengan tim Satgas Tinombala, dua orang diantaranya tewas. Salah satunya diduga Santoso.

Dua orang meninggal salah satu cirinya berjenggot dan mempunyai tahi lalat dan cirinya dicurigai mirip Santoso.” jelas Tatang.

Saat ini, tim masih melakukan evakuasi, karena lokasi penembakan yang jauh, sekitar 60 Km dari Poso, tepatnya berada di Tambarana, Poso Pesisir Utara, Sulteng. Tim akan langsung membawa dua jenazah itu ke RS Bhayangkara di Poso untuk diindetifikasi.

Saat ini terakhir informasi yang saya dapat, masih dilakukan evakuasi dari TKP, dengan satu pucuk M16. Informasi selanjutnya kita tunggu penjelasan dari pihal polisi.” tutur Tatang

Satgas Tinombala merupakan tim khusus yang dibentuk untuk melakukan pengejaran terhadap kelompok Santoso di hutan Poso.

Tim ini merupakan gabungan dari Prajurit TNI dan Polisi yang jumlah totalnya lebih dari 3000 personil.

Selama ini, kerjasama TNI dan Polisi yang tergabung dalam Satgas Tinombala cukup efektif menyulitkan pergerakan kelompok Santoso. Sudah banyak anggota kelompok Santoso yang berahsil ditangkap oleh tim Satgas Tinombala.

 

 

Leave a Comment